Otoracing.Net – Memasuki musim balap 2026, pergerakan antar cabang balap motor mulai terlihat cukup kontras.
Di bulan April, tepat setelah Hari Raya Idul Fitri, kalender road race justru sudah terlihat padat merayap. Beberapa event besar seperti Super Prix, Mandalika Racing Series (MRS), dan Java Race Championship bahkan sudah merilis jadwal resmi mereka.
Mulai 10 April hingga akhir bulan, hampir setiap minggu terisi balapan. Bahkan, beberapa tanggal terpantau saling berbenturan antar event. Ini menandakan geliat road race musim ini sangat agresif dan penuh persaingan.
Tiga event yang siap di jalankan di bulan april.
Namun kondisi tersebut berbanding terbalik dengan dunia dragbike 201 meter.
Hingga saat ini, para penyelenggara dragbike—khususnya untuk kelas open—masih belum terlihat mengumumkan jadwal resmi.
Nama-nama besar seperti IDC dan SDW pun terpantau belum memposting kalender event mereka.
Bahkan seri Pertamina dragbike yang sebelumnya direncanakan berjalan seri di musim ini juga belum mengeluarkan kepastian tanggal.
Lalu muncul pertanyaan besar…
Kenapa penyelenggara dragbike belum merilis jadwal? Apakah memang masih terlalu awal? Atau justru ada faktor lain yang lebih serius?
Bukan rahasia lagi, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah event dragbike open mengalami penurunan jumlah peserta yang cukup drastis.
Salah satu isu yang sempat ramai diperbincangkan adalah soal regulasi bahan bakar bebas di musim sebelumnya yang memicu pro dan kontra di kalangan tim.
Pro kontra bahan bakar di tahun 2026 ini sudah di tanggapi IMI dengan serius, regulasi 2026 berubah untuk bahan bakar di tahun 2026 sudah di samakan menggunakan Pertamax Turbo.
Menariknya, di tengah penurunan event open, event rookie yang dikhususkan untuk pembalap pemula justru selalu ramai peminat dari tahun lalu hingga awal tahun ini.
Ini menunjukkan animo pembalap baru sebenarnya masih ada, namun mungkin belum terakomodasi secara ideal di kelas-kelas utama.
Jadi, Apa Sebenarnya yang Terjadi?
Sepinya beberapa event dragbike 201M bukan berarti minat balap lurus sudah hilang. Namun, ada indikasi bahwa ekosistemnya sedang mencari bentuk terbaik:
- Kelas perlu lebih relevan dengan kondisi tim saat ini
Biaya balap harus tetap masuk akal
Bisa jadi para penyelenggara tidak ingin terburu-buru merilis jadwal sebelum semuanya benar-benar siap, agar ketika event digelar, kualitas dan jumlah pesertanya tetap terjaga.
Kita tunggu saja gebrakan dari promotor dragbike. Karena satu hal yang pasti, balap lurus 201 meter tetap punya basis penggemar kuat—tinggal bagaimana format dan kemasannya bisa kembali menghidupkan atmosfer persaingan seperti dulu. Gasss!!













