• Home
  • Balap Motor
  • Pertamax Drag Fest 2026: Mekanik TJS Kediri Buktikan Sleep Engine 2 Klep Masih Bisa Bersaing Dengan 4 Klep

Pertamax Drag Fest 2026: Mekanik TJS Kediri Buktikan Sleep Engine 2 Klep Masih Bisa Bersaing Dengan 4 Klep

OtoRacing.Net – Wonosari. Perkembangan teknologi mesin di kelas Sleep Engine 200cc semakin menarik. Jika sebelumnya konfigurasi 2 klep masih banyak digunakan, kini spesifikasi 4 klep tengah menjadi tren dan hampir diterapkan oleh mayoritas mekanik yang bermain di kelas tersebut.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat Farid, mekanik TJS Racing Kediri, menganggap mesin 2 klep sudah kehilangan peluang untuk bersaing. Menurutnya, dengan regulasi dan bobot yang berbeda, sleep engine 2 klep masih memiliki potensi untuk melawan mesin 4 klep.

Hal tersebut dibuktikan TJS Racing Kediri pada ajang Pertamax Turbo Drag Fest 2026 yang berlangsung di Sirkuit NP Lanud Gading, Wonosari, Yogyakarta, Minggu (30/8).

TJS Kediri menurunkan dua motor Sleep Engine 200cc dengan konfigurasi berbeda. Salah satunya menggunakan spesifikasi 4 klep yang dipercayakan kepada Joko Precil dan sukses meraih podium terbaik dengan catatan waktu impresif 6,9 detik.

Sementara itu, motor lainnya yang juga mengusung basis 4 klep berhasil menyelesaikan balapan di posisi keenam.

Meski demikian, Farid justru memberikan perhatian khusus terhadap motor Sleep Engine 200cc 2 klep racikannya. Motor tersebut mampu mencatatkan waktu 7,038 detik, yang menurut Farid menunjukkan bahwa konfigurasi 2 klep masih memiliki kans untuk bertarung dengan mesin 4 klep.

Sleep Engine 200cc racikan Farid TJS Kediri. 

Untuk klep 2 menurut saya masih mampu melawan klep 4 mas. Regulasi bobot juga beda kan, kalau 4 klep berat 115 kg sedangkan 2 klep 110 kg. Perbedaan tersebut bisa dimaksimalkan mas. Tinggal rezekinya saja, kalau time masih bisa bersaing,” ujar Farid TJS.

Menurutnya, selisih bobot tersebut justru bisa menjadi salah satu keuntungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengimbangi keunggulan performa mesin 4 klep. Selain sektor mesin, faktor pembalap ketika melakukan start juga menjadi salah satu penentu.

Farid menilai reaction time (RT) menjadi bagian penting untuk memangkas selisih waktu di lintasan. Dengan RT yang bagus, motor 2 klep masih sangat memungkinkan untuk mencatatkan waktu di kisaran 6,9 detik.

Kalau RT-nya di bawah 50 bisa mas 6,9 detik,” tambah Farid.

Catatan 7,038 detik yang berhasil ditorehkan motor 2 klep TJS Racing Kediri menjadi bukti bahwa konfigurasi tersebut belum bisa dianggap sebelah mata. Dengan kombinasi bobot yang lebih ringan, setting mesin yang tepat, serta kemampuan joki dalam melakukan start, peluang 2 klep untuk memberikan perlawanan terhadap 4 klep masih terbuka lebar.

Persaingan teknologi antara Sleep Engine 2 klep dan 4 klep pun dipastikan bakal semakin menarik, terutama ketika regulasi, bobot, setting mesin, hingga kemampuan joki menjadi faktor yang sama-sama menentukan hasil akhir di lintasan

Image Not Found

portal media otomotif terkemuka di Indonesia, menyediakan informasi terbaru dan komprehensif tentang dunia otomotif. Menawarkan berita terkini, review mendalam, tips perawatan kendaraan, serta liputan event otomotif nasional dan internasional.